Home / Sastra / Cerpen / [KABARKANLAH] Masa Depan Ada di Genggaman Tanganku

[KABARKANLAH] Masa Depan Ada di Genggaman Tanganku

Sebarkan:
[ KABARKANLAH] Masa Depan Berada di Genggaman Tanganku
Hidup itu memang keras dan penuh dengan kejutan. Hal inilah yang sekarang sedang dirasakan oleh Nana. Bagaimana tidak, ia hidup serba kekurangan bahkan untuk makan 4 sehat 5 sempurna mungkin tak pernah iya dapatkan. Akan tetapi, ia tidak pernah menyerah begitu saja. Semangatnya bersekolah walaupun ketiadaan biaya orang tuanya tidak menjadi halangan baginya untuk tidak bersekolah. Alhasil Nana dapat bersekolah gratis di SMA N 1 SUKABUMI, Jawa Barat. Awalnya Nana tidak percaya ternyata surat yang iya kirimkan lewat temannya agar diberikan kepada Kepala Sekolah ternyata dibaca. Nana sangat bersyukur karena dapat melanjutkan sekolah di SMA yang banyak diinginkan anak itu. Nana tidak malu bersekolah menggunakan seragam pemberian Pamannya yang sudah kusut dan warnanya mulai memudar termakan usia. Ia pergi ke sekolah naik sepeda onthel yang sebenarnya sudah tidak layak pakai. Nana juga berjualan risoles di sekolahnya yang dibuat oleh tetangganya. Ini dilakukan Nana agar dapat membantu ibunya yang bekerja sebagai buruh cuci dan seterika. Maklum, ayahnya hanya bekerja apabila ada orang yang membutuhkan tenaganya. Ketika jam istirahat, Nana mulai menjual risoles itu kepada teman – temannya. Alhamdulillah, di hari pertama masuk sekolah banyak yang membeli risoles Nana sehingga hanya dapat hitungan menit risoles Nana laris manis bahkan kurang.
Sesampainya dirumah Nana bergegas melepas baju sekolah lalu menyetorkan uang hasil penjualan risoles kepada Bu Tini. Total penjualan risoles Rp. 30.000, oleh karena itu, Nana mendapatkan Rp. 6.000 sebagai upah dari penjualan risoles itu. Setelah itu, Nana melanjutkan pekerjaannya membantu ibu menyeterika baju. Tidak tanggung – tanggung, Nana menyeterika baju puluhan baju setiap harinya. Kemudian Nana melanjutkan pekerjaannya yaitu membersihkan rumah. Nana memulai pekerjaan rumahnya dari menyapu, mencuci piring, mencuci baju, serta memasak. Mungkin kalau orang yang tidak mengerti asal mulanya keluarga itu akan mengatakan orang itu gila, stres ngapain gitu masih muda melakukan pekerjaan seberat itu. Akhirnya, pekerjaan Nana selesai. Barulah Nana makan bersama ibu, bapak, serta 2 adik laki – lakinya yang masih kecil. Walaupun hanya makan nasi dengan sayur singkong dan lauk tempe goreng tetapi keluarga kecil ini sangat menikmati makanan tersebut.

Ketika semua keluarga Nana beristirahat, Nana mulai belajar diantaranya mengerjakan pekerjaan rumah atau PR membaca materi pelajaran serta menyiapkan buku untuk pelajaran esok hari. Rasa capai pasti dirasakan Nana apalagi dari pagi sampai malam ia hampir tidak pernah istirahat. Semua kerja keras Nana ternyata menbuahkan hasil ketika penerimaan rapot Nana dinyatakan sebagai juara 1 paralel. Ibu Nana yang datang ke sekolah kaget tidak menyangka bahwa anaknya itu dapat memperoleh juara 1 paralel. Nana menangis senang ketika dipanggil untuk menerima hadiah disaksikan oleh ratusan siswa yang lain. Ibu Nana juga ikut menangis bangga kepada anaknya yang dapat mengharumkan nama keluarganya dimata masyarakat.
Di rumah, Nana menyampaikan kabar bahagia ini kepada bapak serta adik – adiknya. Mereka sangat bersyukur anaknya dapat bersekolah gratis serta memiliki prestasi. Ibu bertanya kepada Nana, “ Na, kapan kamu mempunyai waktu untuk belajar?”. “ Ketika malam bu, waktu ibu, adik, dan bapak tidur”, jawab Nana. “ Masyaallah anakku, ibu doakan kamu dapat mencapai cita – citamu ya nak”, sahut ibu. “ iya ibu amin makasih doanya ya bu?, Nana ingin mempunyai pekerjaan di kantor pemerintahan, serta nantinya dapat mengangkat derajat ibu, bapak, sama adik – adik”, jawab Nana. Ibu menjawab”, iya amin nak, ibu selalu berdoa yang terbaik buat kamu”.
Keesokan harinya, Nana berangkat sekolah, tidak lupa iya membawa risoles titipan tetangganya. Di depan pintu gerbang sekolah seperti ada yang memanggil nama Nana. Orang itu ternyata Bapak Tono Kepala Sekolah SMA N 1 SUKABUMI. “ Na, kamu membawa apa itu dalam kotak?, tanya Pak Tono penasaran. “ oh ini risoles Pak, ini titipan tetangga saya Pak”, jawab Nana. “ oh gitu, kamu ini masih kecil tetapi mempunyai banyak keterampilan ya?, kalau gitu Bapak borong semua risoles kamu”, jawab Pak Tono. ( dengan hati senang Nana menjawab pertanyaan Pak Tono,” alhamdulillah, pagi – pagi sudah laris manis, iya Pak, jadi semuanya Rp. 30.000”. ( sambil memberikan uang, Pak Tono menjawab pertanyaan Nana), “ ini uangnya oh iya lebihnya buat Nana saja, anggap saja itu hadiah dari Bapak karena kemarin kamu menjadi juara 1 paralel”. “ Makasih banyak Bapak”, jawab Nana.
Tidak terasa 3 tahun berlalu. Tibalah saat yang paling mendebarkan yaitu pengumuman kelulusan. Siapa sangka Nana ternyata mendapatkan nilai ujian nasional serta nilai ujian sekolah tertinggi di sekolahnya. Dan kabar bahagia kedua yaitu ketika Nana dinyatakan lolos SNMPTN jurusan Pendidikan Dokter di Universitas Padjajaran. Ada orang yang bilang berkah itu selalu mendekati orang – orang yang dengan gigih berjuang untuk mencari ilmu demi masa depan yang cerah. Oleh karena itu, jangan mudah putus asa walaupun hambatan itu obat yang ampuh untuk menghambat tetcapainya cita – cita. Jangan lelah mengejar cita – cita, karena dengan cita – citalah maka akan tumbuh semangat dalam diri kita. Tidak lupa doa orang tua adalah obat mujarab bagi kita dalam melakukan segala sesuatu terutama dukungan serta doa restu orang tua. Yang terakhir adalah dengan mandiri, kerja keras, ulet, sabar, dapat membagi waktu yang dimiliki setiap orang, diharapkan nantinya akan timbul bibit – bibit generasi muda yang dapat memajukan Bangsa serta Negara Republik Indonesia tercinta ini.

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Posting by: www.maitreyavoice.com, diakses tanggal 01 Juni 2015

Citra

Namaku Citra Yulianita Utami. Saya lahir di Banyumas, 01 Januari 1996.

Comments

Tinggalkan Balasan

//