Home / Kabar / Luar Negeri / Karen [Juga Menjadi] Korban Rezim Myanmar

Karen [Juga Menjadi] Korban Rezim Myanmar

Sebarkan:

Ribuan orang suku Karen dari seluruh dunia mendesak para pemimpin dunia agar menghentikan pelanggaran HAM terhadap suku minoritas di Burma oleh pemerintah setempat. Sekitar 84.000 orang telah menandatangani petisi yang akan dikirim kepada para pemimpin dunia dan berbagai organisasi, termasuk Sekjen PBB Ban Ki-moon.

Organisasi-organisasi Karen di 15 negara mendukung petisi ini.Suku Karen mendiami tenggara Burma dekat perbatasan dengan Thailand. Selama puluhan tahun, mengalami kerja paksa, penjarahan, pemerasan dan penghancuran rumah dan pertanian mereka untuk memaksa mereka pindah ke lain lokasi,

Kekerasan terhadap Suku Karen, suara resmi Rezim Myanmar mereka di sebut Pemberontak Karen, telah terjadi sejak decade yang silam, sehingg lebih dari 20 ribu orang Karen yang meninggalkan Myanmar masuk ke Thailand, untuk menghindari pertempuran antara pasukan pemerintah.Lebih dari 15.000 orang memasuki kota Mae Sot, Thailand , melarikan diri dari pertempuran persis di perbatasan Myawaddy,

Opendoor.org melaporkan bahwa, “Satu komisi HAM sudah dibentuk pada bulan September, 2011 dengan beberapa etnis minoritas tergabung di dalamnya (termasuk Rohingya, Kachin, Karen, dan lain-lain). Tekanan tekanan terhadap umat Islam dan Kristen dari masyarakat dan kelompok militer tidak berubah. Misalnya Laporan tindak kekerasan kepada umat Kristen Suku Kachin yang dilakukan oleh kelompok militer. Pada bulan November, bom meledak di panti asuhan yang dikelola umat Kristen dan menewaskan 7 anak-anak dan 3 lainnya yang telah berusia dewasa.” Oleh sebab itu, kita di ajak untuk berdoa dengan pokok doa: Berdoa untuk dewan perwakilan dari suku Kachin – Karen – Rohingya; berdoa untuk 2.000 tahanan dari etnis minoritas yang masih berada di dalam penjara karena memperjuangkan hak kaum minoritas di Negara ini; berdoa agar reformasi politik yang terjadi dapat membawa kebebasan bagi umat Kristen dan kelompok minoritas lainnya di Myanmar

Doc Credo Indonesia
Doc Credo Indonesia

Tulisan ini, di atas, bukan ingin menunjukan samaan  kesamaan derita yang di alami oleh umat Krsten di Myanmar; melainkan situasi diskriminasi – rasial yang terjadi di Myanmar, dalam tangan Rezim militer.

Myanmar,  pada era lalu, dikenal melalui dua tokoh U Nu, (Mantan Menlu Burma) serta U Than, Mantan Sekjen PBB.  Terutama U Than, ia menjadi tokoh dunia, yang cukup disegani oleh para pemimpin dunia lainnya.

Tapi itu, cerita masa lalu; setelah militer melakukan kudeta, dan berkuasa di sana; Myanmar menjadi salah satu negara yang terbekang secara demokrasi. Dan itu juga, yang menjadikan Myanmar diterima resmi sebagai anggota ASEAN, serta badan dunia lainnya.

Menyangkut penindasan ke/terhadap kelompok-kelompok minoritas, maka Myanmar merupakan juara satu di Asean, (silahkan anda masukan juara 2, 3, dan seterusnya). Penindasan terhadap kelompok minoritas tersebut seakan tidak terdengar, karena Rezim Militer,  menutup akses menuju wilayah etnis yang teraniaya tersebut. Akibatnya, dunia luar hanya mempunyai info terbatas tentang sikon penindasan serta pelangaran HAM disana.

Agaknya, bau busuk tersimpan di Myanmar, akhirnya tercium oleh dan di dunia luar.

Arus pengungsi – exodus ribuan Etnis Rohingya, akhir-akhir ini, telah membuka mata dunia Internasional; karena sebelumnya, sudah ada, namun dengan skala kecil. Suku-suku minoritas di Myanmar, makin bergeser ke wilayah perbatasn Myanmar dan Thailand serta Myanmar dan Bangladesh.

Tragisnya, Thailand dan Bangladesh menutup perbatasan, sehingga tak ada kesempatan agar para pengungsi tersebut masuk ke negara mereka.

Itulah sebabnya, etnis Rohingya melakukan exodus melalui laut yang terbentang di hadapannya; dan itu mempermudah dunia Intenasional mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di Myanmar.

Berdasarkan semuanya itu, untuk menghadapi perilakuk rezim yang berkuasa di Myanmar, bukan melulu tokoh-tokoh dari kalangan Islam/Muslim, tapi semua tokoh Agama di Nusantara; bukan saja tokoh politik, tapi semua anak bangsa  di Negeri ini.

Silahkan  anda lanjutkan

 Jappy Pellokila/Opa Jappy

Doc Credo Indonesia
Doc Credo Indonesia

OpaJappy

Check Also

donaltrump

Donald Trump Bikin Boss Apple dan Facebook Meradang

Kabarkanlah.com – Keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, keluar dari Persetujuan Paris disesalkan oleh banyak pihak. ...

Comments

Tinggalkan Balasan

//