Home / Humaniora / Edukasi / Meramu Diksi untuk Tulisan Fiksi

Meramu Diksi untuk Tulisan Fiksi

Sebarkan:

Menulis fiksi itu sulit? Tidak juga. Yang dibutuhkan adalah kemauan meramu diksi-diksi dan berani malu dari beragam referensi yang dialami si Penulis fiksi.

Pada tulisan terdahulu (Kunci Awal Sebelum Meramu Diksi Artikel) telah diungkapkan bahwa secara garis besar ada tiga jenis tulisan. Salah satunya adalah Fiksi.
———
Tulisan kali ini secara khusus mengupas Diksi untuk Fiksi, khususnya puisi. Tulisan ini pun tidak didasarkan teori-teori sastra, melainkan dari perenungan dan pengalaman ‘ketika tiba-tiba’ terjun bebas menulis Fiksi. Ini merupakan sharing tips sederhana. Semoga bisa dipahami secara sederhana pula. Mohon maklum, saya masih Pemula dalam dunia Fiksi.

Setiap orang (seharusnya) bisa menulis fiksi karena setiap manusia punya perasaan atau intuisi dalam melihat dan mensikapi dinamika hidupnya. Dari sinilah muncul pergulatan batin langsung si Penulis-yang bisa dijadikani salah satu sumber inspirasi dan referensi membuat diksi.
Pengumpulan data acak

Secara sederhana, dari pergulatan batin ‘mensikapi hidup’ itulah fiksi bisa lahir. Penulis tak perlu ragu atau malu menuliskan suasana batin dan cara melihat semuanya dalam bentuk draft-tulisan (acak).

Tulisan acak ini masih berupa kata atau kalimat singkat yang mungkin tak berhubungan satu sama lain. Jangan kuatir, semua itu merupakan langkah awal atau sebuah ‘clue’ , dari peristiwa yang anda alami, lihat, rasakan dan pikirkan. Kumpulan kata dan kalimat acak itu berfungsi menjadi kata kunci yang nantinya bisa dikembangkan jadi tulisan fiksi.

Satu hal yang perlu diingat, tidak semua kata kunci tadi nantinya terpakai. Akan ada proses seleksi ‘alami’ ketika rangkaian kalimat mulai tersusun dari beberapa kata kunci tadi, sehingga kata kunci lain tak terpakai.

Gunakan kata atau frasa secara bebas saat awal menentukan diksi fiksi. Tak perlu ragu mengambil kata atau kalimat tak lazim untuk disimpan sebagai kata kunci.
Sumber informasi

Ketika akan membuat kata-kata kunci sebagai clue ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ;

Pertama, lihatlah atau coba ingat kembali apa yang ada di sekeliling anda saat suatu peristiwa terjadi yang membuat anda berkesan atau berpikir dalam. Perhatikan secara detail semua unsur, benda hidup atau mati, sikap atau bahasa tubu orang di sekitar, kondisi situasi yang terjadi, dan lain-lain.

Kedua, sangat diajurkan untuk menambah referensi yang relevan atau mirip dengan peristiwa tersebut dari sumber berita koran online, foto-foto dan berita televisi. Semua itu bisa membantu untuk terbangunnya gambaran utuh tentang peristiwa.
Dari referensi ini akan menambah kata kunci dan memperkuat imaginasi. Untuk itu ada beberapa hal yang perlua anda ingat ;

– Catat semua itu dalam ‘kata dan kalimat’ sesuai yang anda lihat, pikirkan dan rasakan. Walau catatan anda itu masih acak.

-Saat catatan acak dirasa sudah cukup, mulailah merangkai kalimat sesuai tema. Jangan segan-segan untuk mengganti setiap kata dengan kata baru yang analog dengan benda, suasana, pelaku peristiwa, waktu, dan lain sebagainya.

– Pilih atau ubahlah kata-kata yang bisa membangun makna-makna kiasan untuk menggambarkan atau menyampaikan pesan tentang ‘peristiwa’ secara imajinatif. Tuangkan semua dengan perasaan dan pikiran anda yang ada saat itu.

-Jangan tunda untuk mencata apapun yang ada di pikiran saat senang meramu kata-kalimat. Dari situlah akan tercipta diksi-diksi yang unik dan mungkin anda sendiri tak pernah bayangkan sebelumnya.

Unsur perasaan ini menjadi modal dasar membuat meramu diksi. Selain itu diperlukan ketajaman menyikapi ‘dinamika hidup’ secara detail, baik itu rasa sedih-senang, penuh pengharapan-putus asa, berinteraksi-sedang sendiri, dan lain sebagainya. Lakukan terus bongkar pasang setiap kata dan kalimat sesuai estetika dan pesan yang anda inginkan.
Penutup

Berikut ‘contoh soal’;

Saat ini anda sedang cemburu pada seseorang atau kekasih anda. Di saat yang sama banyak berita tentang daerah yang diliputi asap kebakaran hutan.

Anda bisa meramu diksi rasa cemburu itu dengan menggandeng (mengasosiasikan) isu kebakaran hutan.

Perhatikan; Coba anda bayangkan kebakaran hutan, apa saja yang ada di sana. Kalau sulit membayangkan segera nonton berita televisi !)

Berikut kata-kata kunci dari peristiwa kebakaran hutan ;

-ranting yang yang berdetak kena api, bara, panas, asap pekat, batang pohon menghitam, daun hangus, tanah kering dan menghitam, debu-debu terbang, bintang mati dan berlari, orang batuk, tersedak, lemas, orang berlari, panik, berlari, berteriak, sibuk memadamkan, orang-orang berkomentar, marah, berdiskusi, diwawancarai, menyebar informasi peringatan, dan lain-lain.

Coba eksekusi menjadi puisi ;

Aku dibakar rasa
Tanah kupijak legam penuh bara
Dimana-mana penuh kabut
Mereka berteriak
Jangan kau hisap ! itu asap pekat ! Kau akan mati !

Sungguh mereka itu orang-orang dungu
Tak melihat kakiku penuh lepuh
dan hatiku memerah bara
seperti api mengunyah nikmat ranting berdetak-detak

Aku terus melangkah di pekat asap
Sembari menebar bara di setiap langkah terlewat

Mereka harus tahu
Bukan api saja yang bisa marah pada bumi

——-

Jangan malu dengan hasil ramuan diksi yang anda didapatkan. Walau ketika anda baca terasa janggal.

Selamat mencoba. Semoga berhasil malu.

http://www.kompasiana.com/pebrianov/meramu-diksi-untuk-tulisan-fiksi_55f94f04e322bd8f1516f0a3

Kabar One

Check Also

Strong Military

10 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia

10 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia – Kekuatan Militer merupakan salah satu faktor terpenting dalam ...

Comments

Tinggalkan Balasan

//