Home / Humaniora / Edukasi / Dicubit Guru Dituntut dan Akhirnya Damai

Dicubit Guru Dituntut dan Akhirnya Damai

Sebarkan:

gurucubit

Kabarkanlah.com – Ada-ada kelakuan orang tua jaman sekarang. Entah saking sayangnya sama anak atau bego makanya menuntut guru yan mencubit anaknya karena tidak disiplin di sekolah.

Kasus ini benar-benar menyita perhatian masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak diruang persidangan duduklah sorang Guru yang mempunyai julukan Pahlawan Tanpa Tanda jasa yang sedang menangis dan menunduk pasi.

Bukan karena sebab, Muhammad Samhudi sambil menunduk lemas ia hanya bisa pasrah dengan keputusan hakim.

Yang lebih merinding banyak dukungan para guru yang memberi semangat “Semangat Pak. Kami terus mendukung bapak. Bapak tidak sendiri,’’ teriak para guru di ruang sidang utama PN Sidoarjo itu. Aksi solidaritas tersebut membuat Samhudi terharu. Dia menangis.

Samhudi seperti mencoba menahan beban berat di dadanya. Samhudi yang kemarin mengenakan seragam PGRI itu lantas berdiri dari kursi terdakwa.

Dia hanya bernapas panjang saat mendengar keputusan penundaan sidang. Dia kembali meneteskan air mata ketika meninggalkan gedung PN. ’’Insya Allah saya siap,’’ katanya lirih.

Sidang tersebut merupakan kali ketujuh yang harus dijalani Samhudi. Dia dilaporkan ke Polsek Balongbendo oleh orang tua Arif pada 8 Februari.

Ayah Arif yang seorang tentara itu menuding Samhudi telah mencubit anaknya sampai memar. Namun, Samhudi membantah tuduhan tersebut.

’’Saya tidak pernah mencubit anak itu. Apalagi sampai memar,’’ ungkapnya. Samhudi menuturkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada 3 Februari.

Saat itu seluruh murid melaksanakan salat Duha di masjid sekolah. Namun, Arif justru terlihat duduk-duduk di pinggir sungai.

Sebagai seorang guru, dia lantas menegur Arif dan mengajaknya salat berjamaah dengan mengelus pundak. ’’Saya hanya mengelus, tidak mencubit, apalagi memukul. Saya hanya mengingatkan,’’ ujarnya.

Setelah dilaporkan ke polisi, Samhudi mengaku bingung. Sebab, dia merasa tidak melakukan penganiayaan.

Dia juga telah mencoba mendatangi orang tua murid untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan. Namun, usahanya gagal.

’’Sudah tiga kali saya datangi. Orang tuanya hanya ingin menyerahkan masalah pada proses hukum,’’ ucapnya. Proses hukum pun berjalan. Samhudi harus menjalani sidang di pengadilan.

Hingga akhirnya, kasus tersebut menyebar di kalangan guru Sidoarjo hingga Jatim. Ratusan guru dari berbagai daerah pun melakukan aksi solidaritas untuk memberikan dukungan moral.

Kini setelah anak yang dicubit dan orang tuanya dibully di media sosial dan dapat sanksi tidak diterima disekolah manapun juga maka orang tua siswa itu minta damai ke pak guru dan mencabut tuntutannya.

Kenapa sejak awal saja damai. Nunggu heboh begini baru damai. makanya kalau jadi orang tua itu harus selalu berpikir logis jangan asal ambil keputusan yang akhirnya mempermalu anaknya dan dirinya sendiri.

admin

admin

Check Also

anang gantung diri

Kasihan Anang Bunuh Diri di IPB

Kabarkanlah.com – Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB Prof Yonny Koesmaryono menyampaikan keprihatinan mendalam atas ...

Comments

Tinggalkan Balasan

//