Home / Artikel / Menuntut Ilmu Mahal?

Menuntut Ilmu Mahal?

Sebarkan:

Saya sangat yakin bahwa setiap dari kita sering mendengar kalimat “Belajar itu pakai modal!”. Bahkan hal inilah yang akhir-akhir ini sering mengganggu pikiran saya. Apakah kata-kata tersebut ibarat gertakan bahwa setiap orang yang berkemauan untuk belajar hanyalah mereka-mereka yang bermodal atau lebih umumnya dikenal berduit? Apakah sebegitu kuatnya pengaruh uang dalam segala aspek kehidupan manusia? Sehingga kesenjangan pun selalu memberikan gelar terbaik bagi “Si Kaya” dan terhina bagi “Si Miskin”.

Pepatah kekinian yang kerap kali saya dengar cukup mewakilkan permasalahan hidup di masa sekarang. Pepatah itu tak lain adalah “Uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang”. Selalu uang, uang, dan uang akar dari permasalahan banyak orang. Orang bisa baik karena uang, bahkan biadab juga karena uang.

Ilmu juga tak luput dari persyaratan adanya uang. Ya memang benar bahwa dalam mendapatkan ilmu (terutama belajar formal) kita dituntut harus memiliki uang. Kita tidak bisa bersekolah tanpa adanya uang. Kita tidak bisa kuliah tanpa adanya uang. Seberapa pun bantuan dari pemerintah terhadap pendidikan Anda atau seberapa pun beasiswa yang Anda terima tetap tidak bisa dilepaskan atas biaya-biaya utama maupun tak terduga. Lalu bagaimana dengan mereka yang tidak punya cukup uang? Jawabannya hanya dua, pertama yaitu mencari uang sebanyak-banyaknya agar mampu menuntut ilmu (belajar) di kemudian hari atau kedua yaitu benar-benar meninggalkan kesempatan untuk menuntut ilmu tersebut. Salah satu dari jawaban tersebut hanya dimiliki oleh mereka yang mengerti artinya bersabar dalam hidup ataupun mereka yang terlalu mudah berputus asa.

Apakah menuntut ilmu harus selalu disertai dengan air mata bagi mereka yang tidak mampu? Ilmu bisa didapat dimana saja dan kapanpun itu. Sama halnya seperti mencari kecukupan hidup, Anda bisa melakukan cara yang benar maupun yang salah. Tergantung seberapa sempitkah pemikiran Anda.

Hal pribadi yang saya alami, menuntut ilmu di kota serta meninggalkan orang tua dan kampung halaman demi pendidikan yang lebih baik. Menjauh dari orangtua yang saya sayangi agar kelak dapat membahagiakan mereka, walaupun terkadang yang saya lakukan ini tampak seperti menyiksa mereka. Secara tidak langsung memaksa mereka untuk bekerja lebih giat agar mampu menghidupi kehidupan di dua tempat yang berbeda, padahal untuk satu kehidupan saja sudah sangat menyulitkan mereka. Terutama setiap awal semester yang menurut saya adalah pembebanan terburuk bagi mereka.

Orangtua saya tidak pernah menyerah dalam menghidupi saya selama di perantauan. Sering kali semua itu di dapat dengan mengandalkan pinjaman. Terkadang muncul hasrat untuk membantu mereka dalam hal biaya, namun mereka selalu berpesan bahwa tujuan saya merantau hanyalah untuk belajar bukan yang lainnya. Bahkan mereka marah pada saya jika saya bilang ingin bekerja. “Ya namanya mau pintar memang harus pakai modal.”, perkataan yang acap kali diucapkan oleh mereka. Walaupun mungkin mereka mengucapkannya dengan batin bahkan fisik yang menangis.

“Apakah harus selalu memiliki biaya dalam menuntut ilmu?” Tentu saja biaya diperlukan dalam menuntut ilmu, tetapi mengapa tidak untuk meminimalisirnya. Caranya mudah kok, cukup selektif dalam memilah mana yang merupakan prioritas dan mana yang hanya pendukung. “Kan kasihan orang tuanya, mending bantu mereka saja mencari uang.” Salah satu cara terbaik dalam membantu mereka yaitu dengan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah mereka perjuangkan. Mereka memperjuangkan segalanya agar kelak kamu juga berjuang demi mereka.

Menuntut ilmu memang mahal (dalam segi keuangan). Akan tetapi, memiliki kesempatan untuk itu tentu jauh lebih berharga daripada segi materilnya. Sadari bahwa ada segudang cara baik untuk meminimalisir kemahalan tersebut. Tak perlu jua berkecil hati saat Anda merasa benar-benar tidak mampu meminimalisirnya. Mungkin ini cara terbaik dari Tuhan agar Anda selalu berdoa, berusaha, dan bersabar.

(~Salam hormat kepada Ibunda tercinta~)

Mellina

Mellina

~ Allah SWT and My mom's everything ~ A high level dreamer ~ North Sumatera ~ Politeknik Negeri Medan

Check Also

Kurma_4850

Makanan yang Membuat Rasa Kenyang Bertahan Lebih Lama di Bulan Puasa

Oatmeal Bukan hanya menyehatkan, makanan sehat yang satu ini juga memberi efek kenyang lebih lama. ...

Comments

Tinggalkan Balasan

//