Home / Artikel / Perceraian sebagai Hasil Memaksa Takdir

Perceraian sebagai Hasil Memaksa Takdir

Sebarkan:

Dua orang yang dipersatukan oleh takdir Tuhan merupakan suatu anugerah bagi mereka yang dapat menerima takdir tersebut. Cintalah yang kerap kali digadang-gadangkan dapat membawa takdir tersebut menjadi suatu kebahagiaan. Namun cinta juga tak dapat menjamin suatu keberhasilan dalam hal meneruskan takdir yang dianggap baik tersebut. Takdir tersebut kerap kali dikenali sebagai jodoh.

Setiap manusia di dunia ini pastilah pernah terpikir untuk berjodoh dengan orang-orang yang ia cintai, hingga terkadang melupakan apakah cinta tersebut pantas untuk diperjuangkan atau tidak. Kasus yang paling lumrah dijumpai yaitu menghalalkan segala cara demi memperjuangkan cinta hingga berujung di pelaminan. Sebut saja dengan mengabaikan restu kedua orang tua demi cinta yang fana itu. Biasanya disaat inilah pemaksaan orang tua dengan berbagai cara kerap terjadi. Pemaksaan orangtua itu sendiri tak lain sebagai bentuk pemaksaan terhadap kehendak Tuhan jua, dimana banyak orang dahulu yang mengatakan bahwa restu orangtua merupakan cerminan restu dari Tuhan.

Bagaimana kisah dari pemaksaan restu dan kehendak itu berlanjut? Lanjutannya tak lain sebagai suatu takdir, karena sejatinya takdir memang dapat dirubah. Berlanjut sebagai suatu takdir yang biasanya berujung kemudaratan dan sia-sia belaka. Kesia-siaan yang dapat kita lihat yaitu perceraian. Setelah bahagia memaksakan untuk hidup demi cinta, hasil yang akan diterima pun juga sebagai bentuk dari keterpaksaan Tuhan.

Kehidupan cinta tanpa restu biasanya tidak akan berlangsung dengan lama. Sang pencipta memang Maha Adil dalam memperlakukan umatnya. Ketika kita tidak bersikap adil dan selalu memaksa, maka Ia pun akan memaksa kita untuk menerima hasil yang setimpal pula. Perceraian memang kerap kali menjadi momok yang sangat menakutkan bagi setiap pasangan. Namun, biasanya Tuhan sangat adil dalam menempatkannya untuk orang-orang yang pantas mendapatkan. Perceraian inilah sebagai bentuk keadilan dari sang pencipta bagi mereka yang telah berani melawan takdir, namun disisi lain juga sebagai bentuk rasa sayang-Nya terhadap umat agar terlepas dari suatu kehidupan pernikahan yang tidak bahagia.

Meskipun pertengkaran dalam kehidupan setiap pasangan tidak dapat dielakkan, namun tidak pada perceraian. Banyak kasus perceraian yang terjadi yaitu dengan latar belakang memaksa takdir. Banyak diantara mereka yang telah bercerai mengakui bahwa pernikahannya terdahulu didasari pada cinta yang memaksa untuk direstui. Restulah yang harus selalu kita perhatikan sebelum memilih cinta yang tepat. Jangan memaksa takdir hanya demi cinta yang dibalut indahnya nafsu sesaat, karena sejatinya Tuhan selalu bersikap Maha adil dan Maha baik terhadap umatnya.

Oleh : Mellina

Mellina

Mellina

~ Allah SWT and My mom's everything ~ A high level dreamer ~ North Sumatera ~ Politeknik Negeri Medan

Check Also

Kurma_4850

Makanan yang Membuat Rasa Kenyang Bertahan Lebih Lama di Bulan Puasa

Oatmeal Bukan hanya menyehatkan, makanan sehat yang satu ini juga memberi efek kenyang lebih lama. ...

Comments

Tinggalkan Balasan

//