Home / Artikel / Fenomena Oleh-Oleh Daerah Milik Artis

Fenomena Oleh-Oleh Daerah Milik Artis

Sebarkan:

Fenomena artis yang banyak merambah dunia bisnis memang sudah sangat umum terdengar. Ketidakpastian penghasilan dan popularitas lah yang memaksa mereka untuk mempersiapkan diri dengan cara yang lain dalam mencari penghasilan tambahan. Banyak dari mereka yang memutuskan untuk berbisnis makanan, misalnya dengan menjual oleh-oleh yang mengatas namakan daerah.

Suatu makanan yang dinamai dengan nama daerah pasti membawa kesan tersendiri bahwa makanan itu adalah ciri khas bagi daerah tersebut. Pengecualian untuk beberapa makanan, sebut saja namanya bunga bika Ambon, hehe. Yang mana merupakan makanan khas daerah Medan, walaupun ada nama Ambon-nya.

Hal yang saat ini tengah fenomenal di kalangan masyarakat, yaitu dimana banyak artis yang menjajakan dagangannya hanya di satu daerah tertentu dan menamainya dengan nama daerah tempat dia menjajakannya. Hal inilah yang membuat kita pasti berpikir bahwa makanan tersebut sebagai oleh-oleh khas di daerah itu. Walaupun pada kenyataannya tidak demikian. Saya ambil satu contoh yaitu Medan Napoleon. Mungkin masih banyak juga yang belum tahu kalau bisnis makanan ini ternyata milik artis terkenal Irwansyah loh.  Siapa sih yang tidak kenal dengan kue yang tengah hits di kota Medan ini? Hanya ada di kota Medan dan dijual di satu tempat saja (pengecualian bagi calo-calonya ya). Kalau dulu katanya belum ke Medan namanya kalau belum beli Bika Ambon, kalau sekarang dia sudah digantikan dengan Medan Napoleon ini.

Selain Medan Napoleon, ada juga beberapa bisnis makanan (sejenis kue, bukan bahan bangunan ya) milik artis yang membawa-bawa nama daerah sebagai mereknya. Diantaranya yaitu Malang Strudel (oleh Teuku Wisnu), Jogja Scrummy (oleh Dude Herlino), Bandung Makuta (oleh Laudya Chyntia Bella) dan masih banyak lagi.  Dan ternyata bisnis yang mereka jalankan itu masih dalam manajemen yang sama. Hal inilah yang membuat setiap orang banyak berkomentar bahwa setiap makanan yang mereka produksi rasanya hampir sama semua, hanya berbeda di merek dan bentuk penyajiannya saja.

Tidak ada yang salah dengan bisnis para artis tersebut, hanya saja banyak orang yang menyayangkan bisnis tersebut karena berdampak terhadap keberlangsungan oleh-oleh khas asli daerah yang memang telah dikenal sejak dahulu. Selain itu, protes serupa juga ditemui para pedagang oleh-oleh khas asli daerah. Banyak diantara mereka yang protes dan mengaku bahwa dagangannya tidak selaris dahulu sehubungan dengan hadirnya oleh-oleh daerah ala artis tersebut. Memang sih tampaknya oleh-oleh ala artis ini laku keras di masa sekarang, hampir semua stand mereka selalu padat dan harus mengantri untuk mendapatkan produknya.

Rezeki sudah ada yang mengatur! Tampaknya memang prinsip inilah yang harus diterapkan oleh para pedagang oleh-oleh asli daerah. Selain itu, jangan hanya menyalahkan mereka (para artis) karena telah menghilangkan sedikit ciri khas dari suatu daerah. Salahkan para pembelinya, nah kan mereka tuh yang penasaran dengan rasa makanannya dan kenapa juga tidak memajukan ciri khas asli daerah tersebut. Yah, mungkin kini saatnya mereka yang kreatiflah yang dapat memenangkan hati pelanggan.

Mellina

Mellina

~ Allah SWT and My mom's everything ~ A high level dreamer ~ North Sumatera ~ Politeknik Negeri Medan

Check Also

broken home

Perceraian sebagai Hasil Memaksa Takdir

Dua orang yang dipersatukan oleh takdir Tuhan merupakan suatu anugerah bagi mereka yang dapat menerima ...

Comments

Tinggalkan Balasan

//