Benarkah Hacker selalu Berbuat Kejahatan?

Sebarkan:

Istilah hacker sering kali disalahartikan oleh banyak orang. Mereka menganggap bahwa setiap perbuatan meretas yang sifatnya merugikan sebagai pekerjaan para hacker. Hal ini bisa terjadi dikarenakan minimnya pengetahuan mereka akan bidang keamanan sistem. Menurut Eric Raymond, hacker adalah seorang programmer yang mahir dalam menemukan solusi terhadap permasalahan programming. Namun kepercayaan yang selama ini berkembang di masyarakat yaitu anggapan bahwa hacker adalah orang-orang yang jahat, padahal sebagian dari mereka juga ada yang melakukan tindakan baik yaitu dengan menjaga keamanan sistem itu sendiri.

Hacker tidaklah selalu dianggap sebagai orang-orang yang berbuat kejahatan. Alasannya yaitu karena hacker memang terbagi atas dua golongan, golongan baik maupun buruk. Menurut ahli keamanan jaringan LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), Ika Atman Satya mengungkapkan bahwa hacker digolongkan menjadi white hat dan black hat. White hat adalah julukan bagi para hacker yang bekerja untuk keperluan pengujian sistem. Sedangkan black hat adalah hacker yang bekerja untuk kepentingan sendiri atau orang lain dengan tujuan untuk membobol sistem demi keuntungan pribadi dan tidak melaporkan hasilnya. Namun adakalanya beberapa orang dari bidang IT (Information Technology) malah menggolongkan hacker dalam golongan yang baik. Adapun golongan buruknya selalu mereka sebut sebagai cracker atau intruder. Seperti yang tercantum dalam International Journal of Scientific and Engineering Research volume 2 (setelah diterjemahkan), sang penulis, Asmaa Shaker Ashoor dan Prof. Sharad Gore menjelaskan perbedaan mendasar antara hacker dan cracker atau intruder.

  1. Seorang hacker (white hat) adalah orang yang sangat tertarik dengan cara kerja sistem operasi komputer manapun. Hacker pada umumnya adalah seorang programmer. Dengan demikian, hacker mendapatkan pengetahuan lanjutan tentang sistem operasi dan bahasa pemrograman. Mereka mungkin menemukan celah di dalam sistem dan alasan untuk celah semacam itu. Hacker terus mencari pengetahuan lebih lanjut, bebas berbagi apa yang telah mereka temukan, dan tidak pernah dengan sengaja merusak data.
  2. Seorang cracker/intruder (black hat) adalah orang yang melanggar integritas sistem mesin remote dengan maksud jahat. Setelah mendapatkan akses yang tidak sah, mereka akan menghancurkan data penting, menolak layanan pengguna yang sah, atau menyebabkan masalah bagi target mereka. Mereka juga bisa dengan mudah diidentifikasi karena tindakan mereka itu merupakan suatu kejahatan.

Maka dari itu dapat ditarik kesimpulan bahwa hacker (white hat) tidak benar selalu berbuat kejahatan. Adapun hacker yang benar melakukan tindakan kejahatan lebih tepatnya disebut sebagai seorang cracker atau intruder atau dengan julukan lainnya yaitu black hat.

Mellina

Mellina

~ Allah SWT and My mom's everything ~ A high level dreamer ~ North Sumatera ~ Politeknik Negeri Medan

Check Also

oleh daerah

Fenomena Oleh-Oleh Daerah Milik Artis

Fenomena artis yang banyak merambah dunia bisnis memang sudah sangat umum terdengar. Ketidakpastian penghasilan dan ...

Comments

Tinggalkan Balasan

//